Jumat, 12 Januari 2018

Lompatan Visioner Gus Dur

Batam, Belajar Muhammadiyah

Haul Gus Dur ke 7 akan diperingati Jumat, 23 Desember 2016, di Ciganjur, Jakarta Selatan. Sejak kepulangannya menghadap Ilahi 30 Desember 2009, sejumlah kenangan terhadap Presiden RI ke 4 itu masih lekat bagi sejumlah orang. Berikut sepenggal catatan Belajar Muhammadiyah dari Batam mengenai Gus Dur.

Lompatan Visioner Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Lompatan Visioner Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Lompatan Visioner Gus Dur

"Saya biasa ada jika Gus Dur ke Batam," ujar purnawirawan Badan Intelijen Strategis (BAIS) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Dhani Subagyo, di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (7/12).

Bagi mantan prajurit Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) yang kini dikenal sebagai Komando Pasukan Khusus atau Kopassus yang kini berkhidmah di Banser itu, Gus Dur mau berdampingan dengan siapa saja.

"Toleransi Gus Dur buat saya tertalu tinggi sekali, sehingga seringkali menimbulkan kontroversi. Dua langkah dia kita tidak akan tahu," ujar Dhani lagi.?

Saat penyelenggaraan Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III, di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (24/11), Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menyebut Gus Dur telah melakukan lompatan jauh ke depan, mempersiapkan masa depan Nahdlatul Ulama (NU) dan bangsa dengan strategis.

Belajar Muhammadiyah

Di lini politik misalnya, ujar Gus Yahya menambahkan, Gus Dur melakukan pemotongan generasi, bersama KH Mustofa Bisri, Dr Fahmi dan KH Slamet Efendi Yusuf.?

Belajar Muhammadiyah

"Gus Dur banyak menempatkan dan merangkul generasi di bawahnya. Satu contoh, tahun 1981 Gus Dur tidak segan merangkul KH Maruf Amin kendati masih Ketua MWCNU, tapi 10 tahun kemudian Gus Dur menempatkan KH Maruf Amin sebagai Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa," paparnya.

Satu gagasan visioner berikut pelaksanaannya yang ditorehkan Gus Dur yang pernah mendapat amanah menjadi Ketua Umum PBNU selama tiga periode bagi bangsa ini adalah mengembalikan matra politik Indonesia ke laut.

Pada 26 Oktober 1999 atau enam hari setelah dilantik menjadi presiden, Gus Dur mengangkat Sarwono Kusumaatmadja sebagai Menteri Eksplorasi Laut.

Lalu pada 10 November 1999, Presiden RI keempat itu membentuk Departemen Eksplorasi Laut, yang di kemudian hari menjadi Departemen Kelautan dan Perikanan.

"Nahdlatul Ulama tidak sekedar kebangkitan ulama. Nahdlah itu bangkit sekali dan terus bergerak. NU bangkit untuk membangun Indonesia dan peradaban," ujar Gus Yahya. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Nahdlatul Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah. Lompatan Visioner Gus Dur di Belajar Muhammadiyah ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock