Jumat, 01 September 2017

NU dan Pesantren Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Kudus, Belajar Muhammadiyah. Sejarah perjuangan Nahdlatul Ulama dengan pesantren tidak bisa dipisahkan karena memiliki kesamaan. Disamping didirikan dan dipimpin kiai, keduanya memiliki visi sama dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI.  

NU dan Pesantren Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Pesantren Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Pesantren Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Demikian disampaikan Ketua MWCNU Kecamatan Gebog KH Ibrohim Kholili dalam acara Khatmil Qur’an ke-10 Pesantren Tahfidzul Qur’an Rohmatillah Desa Jurang, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Ahad malam (9/6).

KH Ibrohim mengatakan, pesantren merupakan lembaga pendidikan pertama kali yang berhasil mencetak dan membekali santri dengan bekal iman dan ilmu yang kuat. Sementara Nahdlatul Ulama juga membangun kader-kader yang mampu mempertahankan Islam Ahlussunnah wal-Jamaah.

Belajar Muhammadiyah

“Dalam sejarahnya, para kiai NU yang juga kiai pesantren mampu menjadi pelopor meraih kemerdekaan dari penjajah. Hal inilah yang menjadikan keduanya tidak bisa terpisahkan,” ujarnya di hadapan santri dan wali santri.

Belajar Muhammadiyah

Namun sekarang ini, lanjut KH Ibrohim, masyarakat mengalami pergeseran pemikiran terhadap pesantren. Masyarakat kurang memperhatikan pesantren sehingga tidak sedikit yang mendaftarkan anaknya kepada lembaga pendidikan yang didirikan kiai NU ini.

“Zaman dulu orang memilki kebanggaan menyantrikan anaknya di pesantren, tetapi sekarang sudah tidak peduli lagi. Akibatnya, pesantren semakin lama akan kehilangan ruhnya,” katanya prihatin.

Melihat kondisi demikian, ia mengajak warga NUuntuk mendaftarkan anak-anaknya menjadi santri pesantren atau madrasah NU, “Mari putra-putri kita giring ke pesantren. Jangan kuatir tidak bisa makan karena santri itu mendapat belas kasihan dari Allah termasuk pemberian rizki,” KH Ibrohim meyakinkan.

Peringatan Khatmil Qur’an ke-10 ini dikemas pengajian umum bersama KH Masduqi Abdurrahman (Jombang) dan KH Syarofuddin (Rembang). Keduanya menyatakan hafidz dan hafidzah yang hafal Al-Qur’an akan selalu mendapat kemuliaan dan kemurahan dari Allah.

Pada kesempatan itu, 24 santri-santriwati yang sudah khatam tahfidzul Qur’an bil ghoib dibaiat dan  menerima syahadah dari pengasuh Pesantren Rohmatillah KH Abdul Manan Alhafidz.

Redaktur      : Abdullah Alawi

Kontributor  : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Pendidikan, Tokoh Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah. NU dan Pesantren Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia di Belajar Muhammadiyah ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock