Senin, 04 September 2017

Benahi Akhlak, Kabareskrim pun Ikut Dirikan Pesantren

Surabaya, Belajar Muhammadiyah. Kepala Badan Reserse dan Kriminalitas (Kabareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol Sutarman ikut serta dalam pembangunan Pondok Pesantren Baitunnaim yang terletak di Jl Kedung Pengkol V/1-5 Kota Surabaya. Pesantren ini akan berperan aktif dalam membenai akhlak, yakni dengan menampung para korban narkoba untuk direhabilitasi.

Benahi Akhlak, Kabareskrim pun Ikut Dirikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Benahi Akhlak, Kabareskrim pun Ikut Dirikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Benahi Akhlak, Kabareskrim pun Ikut Dirikan Pesantren

Peletekan batu pertama diadakan pada Ahad (22/4) kemarin, yang juga dihadiri oleh Wagub Jatim Saifullah Yusuf, Walikota Surabaya Tri Risma Harini, dan para kiai di Jawa Timur, serta sejumlah pejabat pemerintahan lainnya.

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman saat memberikan sambutan mengatakan, pendidikan agama di pesantren merupakan prasyarat agar bisa bersaing secara imbang dengan bangsa lain.

Belajar Muhammadiyah

"Kecerdasan saja tidak cukup, tapi juga perlu akhlakul karimah (budi pekerti yang baik)," katanya.

Tentunya, lanjut dia, lulusan pesantren ini nantinya bisa menciptakan masyarakat yang handal. "Kalau akhlaknya baik maka tidak akan ada lagi korupsi bahkan konsumsi narkoba," katanya.

Belajar Muhammadiyah

Sebab, ujar ajudan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) semasa menjadi Presiden RI ini, dengan pembenahan moral di pesantren maka negara akan kuat.

Pengasuh Pesantren Baitunnaim KH Moch. Naim Ridwan, atau Gus Na’im, selain untuk rehabilitasi, pesantrennya juga akan melakukan pembenahan mental para santri. 

"Sejak dulu, abah (bapak) saya dan guru besar saya Kiai Usman Abidin menganjurkan saya membuka pesantren untuk membantu masyarakat yang terbelit masalah. Sehingga, selain pengajian-pengajian yang selama ini sudah rutin digelar pesantren ini nantinya juga menjadi pusat pengobatan untuk masyarakat, ujar Gus Naim.

Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya ini mengatakan bahwa tidak hanya korban narkoba yang ditanganinya, melainkan penyakit secara umum yang diderita warga. "Alhamdulillah, selama ini sudah banyak warga yang datang ke saya untuk berobat," katanya.

Didirikannya pesantren ini, lanjut dia, juga merupakan permintaan dari para mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

"Makanya kami dirikan pesantren ini. Nantinya saya juga melengkapinya dengan membangun pendidikan formal di pesantren ini. Mohon dukungan semua pihak," katanya.

Diketahui pembangunan pondok pesantren berlantai 3 dengan menempati lahan berukuran 17 x 24 M2 ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp2,9 miliar.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah Ubudiyah, Sunnah Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah. Benahi Akhlak, Kabareskrim pun Ikut Dirikan Pesantren di Belajar Muhammadiyah ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock