Rabu, 19 April 2017

PBNU Prihatin Kondisi Indonesia

Jakarta, Belajar Muhammadiyah. PBNU mengeluhkan kondisi Tanah Air yang masih jauh dari ideal. Baik di bidang budaya, politik, ekonomi, ataupun pendidikan, sejumlah hal dinilai perlu mendapat kritikan untuk perbaikan di masa mendatang.

PBNU Prihatin Kondisi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Prihatin Kondisi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Prihatin Kondisi Indonesia

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan, di bidang ekonomi Indoensia masih terjerat liberalisme ekonomi yang memihak kepentingan kaum elit dan asing tanpa memperhatikan orientasi kerakyatan.

”Apalagi setelah pemerintah menjalankan agenda WTO secara menyeluruh melalui importasi yang tanpa batas menjadikan negara ini dibanjiri oleh produk asing. Tak hanya bahan industri, tapi juga bahan pertanian, khususya pangan, sehingga menghancurkan usaha pertanian rakyat,” ujarnya dalam ”Refleksi Awal Tahun 2013 di Gedung PBNU”, Jakarta Pusat, Rabu (9/1).

Belajar Muhammadiyah

Menurut Kang Said, sapaan akrabnya, liberalisme juga terjadi di sektor politik dan kebudayaan. Kebebasan tanpa batas yang di luar karakter bangsa terbukti telah menyulut konflik antarkelompok di berbagai tempat.

Belajar Muhammadiyah

”Apalagi tahun-tahun mendatang bangsa ini akan dihadapkan pada situasi yang sangat politis jelang 2014,” imbuhnya.

Kang Said juga mengajak semua elemen bangsa untuk lebih mengembalikan pendidikan nasional pada falsafah dasarnya, memanusiakan manusia. Lembaga pendidikan di segala strata diarahkan sebagai pusat pembentukan karakter. Media dinilai turut bertanggung jawab dalam proses pencerdasan rakyat.

”Lembaga negara, lembaga pendidikan, lembaga kesenian, termasuk lembaga ekonomi, dan media masa perlu digunakan sepenuhnya untuk memajukan bangsa dan negara,” ujarnya.

Redaktur : Hamzah Sahal?

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Belajar Muhammadiyah AlaSantri, Ubudiyah, Nasional Belajar Muhammadiyah

Belajar Muhammadiyah. PBNU Prihatin Kondisi Indonesia di Belajar Muhammadiyah ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Belajar Muhammadiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Belajar Muhammadiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Belajar Muhammadiyah dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock